Jakarta ; Indonesia Creative Cities Network (ICCN) terus memperkuat konsolidasi organisasi dalam rangka mewujudkan jejaring kota kreatif yang mandiri, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Pra-Rapat Koordinasi Nasional (Pra-Rakornas) ICCN 2026 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom, Minggu (18/10/2026).
Mengusung tema “Konsolidasi Nasional Menuju ICCN Mandiri, Berkelanjutan dan Berdampak”, forum ini menjadi wadah untuk menghimpun aspirasi anggota dan jejaring daerah, menyelaraskan arah kebijakan organisasi, serta mempersiapkan pelaksanaan Rakornas ICCN 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya ICCN memperkuat tata kelola organisasi melalui penyempurnaan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), penyelarasan program kerja, serta peningkatan koordinasi antardaerah. Proses perumusan dilakukan dengan melibatkan berbagai jejaring dan komisi agar kebijakan yang dihasilkan dapat mengakomodasi kebutuhan serta potensi kota kreatif di Indonesia.
Ketua Umum ICCN, Fiki Satari, menegaskan bahwa gerakan kota kreatif harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah. Menurutnya, ICCN tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga perlu menawarkan gagasan dan langkah konkret yang dapat mendorong kemajuan ekosistem kreatif nasional.
“Semangat ICCN bukan hanya melaporkan masalah, tetapi juga memberikan solusi. Kita perlu memastikan Rakornas ini dapat menentukan ICCN ke depan,” tegas Fiki.
Ia juga mendorong para koordinator daerah (Korda) untuk terus menggerakkan jejaring dan berkontribusi aktif dalam mengembangkan potensi wilayah masing-masing. Setiap daerah, lanjutnya, memiliki identitas, karakter, dan kekuatan tersendiri yang perlu dihargai serta dikembangkan sebagai bagian dari pembangunan kota kreatif.
Fiki menambahkan, penyempurnaan AD/ART menjadi agenda penting untuk membangun organisasi yang transparan, adaptif, memiliki aturan yang jelas, serta mampu memberikan ruang kolaborasi yang terbuka dan kredibel bagi komunitas kreatif di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses perumusan kebijakan organisasi. Ia menilai keterlibatan jejaring daerah dan kehadiran anggota baru merupakan bagian penting dari regenerasi untuk memperluas jangkauan serta memperkuat keberlanjutan gerakan ICCN.
Dalam persiapan menuju Rakornas, ICCN membentuk lima komisi yang bertugas membahas berbagai aspek strategis organisasi. Komisi pertama berfokus pada AD/ART, legalitas, dan tata kelola. Komisi kedua menangani struktur wilayah, keanggotaan, dan kaderisasi. Komisi ketiga membahas program nasional, data, akademi, dan festival.
Selanjutnya, Komisi keempat berfokus pada kemitraan, pendanaan, koperasi, dan kemandirian organisasi. Sementara itu, Komisi kelima menangani penguatan branding, komunikasi, media, serta diplomasi kota kreatif.
Pembentukan komisi tersebut ditujukan untuk menghimpun berbagai masukan dari daerah agar dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan yang lebih terarah dan sesuai kebutuhan jejaring.
“Ini merupakan bentuk keseriusan ICCN saat ini dalam mendengarkan aspirasi dari seluruh daerah,” ujar Vicky.
Adapun Executive Committee (Exco) Rakornas, Rafiuddin Acil, menjelaskan bahwa Pra-Rakornas menjadi kesempatan bagi anggota dan jejaring untuk memahami arah organisasi sekaligus menyampaikan pandangan terhadap rancangan kebijakan dan anggaran.
Menurutnya, partisipasi aktif seluruh anggota diperlukan untuk membangun pemahaman dan komitmen bersama. Berbagai masukan yang dihimpun melalui forum tersebut akan menjadi bahan pembahasan tim perumus sebelum disempurnakan dan dibawa ke forum Rakornas.
Melalui proses ini, ICCN berupaya memastikan bahwa aspirasi dari berbagai daerah tidak hanya ditampung, tetapi juga dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan organisasi. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan anggota sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program.
Pra-Rakornas ICCN 2026 menjadi tahapan penting untuk menyatukan visi, menyelaraskan kepentingan, dan memperkuat kolaborasi antarkomunitas kota kreatif. Hasil konsolidasi ini selanjutnya akan menjadi pijakan dalam pelaksanaan Rakornas pada 24 Oktober 2026.
Dengan persiapan yang matang dan keterlibatan aktif seluruh jejaring, ICCN diharapkan mampu membangun organisasi yang semakin mandiri, berkelanjutan, dan berdampak, sekaligus memperkuat kontribusi kota-kota kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pembangunan daerah di Indonesia.
