IKLAN

banner 728x90
,

MUI Kota Batu Perluas Syiar Islam ke Ruang Digital, Gandeng UIN Maliki Malang Hadapi Tantangan Hoaks

2 Nov 2026, 18:39 WIB Last Updated 2026-11-02T11:39:33Z

Infokotabatu.com, Kota Batu ; Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi informasi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batu mulai memperkuat strategi pelayanan dan dakwah berbasis digital. Upaya tersebut ditandai dengan terjalinnya kerja sama kelembagaan bersama Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS).


Kesepakatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Rapat Kerja MUI Kota Batu di El Hotel Kartika Wijaya, Kota Batu, Minggu (1/11/2026). Sinergi antara lembaga keagamaan dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam penyebaran informasi keislaman sekaligus membangun ketahanan masyarakat terhadap maraknya berita bohong di media digital.


Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta beragam platform media sosial dinilai memberikan peluang besar bagi penyebaran dakwah. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan berupa semakin mudahnya informasi tidak benar beredar dan memengaruhi masyarakat.


Ketua Program Studi Magister Informatika UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Muhammad Faishal, MT, menyampaikan pentingnya keterlibatan ulama dalam memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan pesan-pesan positif.


Ia menilai, perpaduan antara pemahaman keagamaan dan keahlian teknologi dapat menjadi kekuatan dalam membangun ruang digital yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.


"Para ulama perlu berperan di dunia digital agar banyak nilai positif di dalamnya. Kami siap membantu dalam program kolaborasi ilmu agama dan sains, antara ulama dan lembaga perguruan tinggi," tutur Prof. Faishal.


Sebagai bentuk dukungan terhadap digitalisasi organisasi, UIN Maliki Malang sebelumnya juga telah berkontribusi dalam pengembangan website resmi MUI Kota Batu, yakni www.muikotabatu.or.id. Platform tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas publikasi kegiatan dan penyampaian informasi keagamaan kepada masyarakat.


Ketua Umum MUI Kota Batu, KH. Abdullah Thohir, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menekankan bahwa ulama perlu mengikuti perkembangan zaman dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan pelayanan kepada umat.


"Para ulama harus memanfaatkan teknologi agar syiar MUI bisa semakin luas dan memasyarakat. Itulah sebabnya kita berkolaborasi dengan para ahli IT di UIN Maliki, di antaranya sudah terwujud dalam syiar melalui website. Insya’Allah kita akan mengadakan kerja sama lagi dengan berbagai pihak lainnya," jelas KH. Abdullah Thohir.


Tidak hanya membahas penguatan dakwah digital, Rapat Kerja MUI Kota Batu juga menjadi momentum untuk merumuskan arah kebijakan dan program organisasi dalam meningkatkan pelayanan keagamaan pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya.


Forum tersebut dihadiri sekitar 80 pengurus, meliputi Dewan Pertimbangan, Dewan Pengurus Harian, seluruh komisi, serta perwakilan MUI tingkat kecamatan se-Kota Batu.


Hadir pula perwakilan Pemerintah Kota Batu, yakni Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), H. Suyanto, SAg, MH. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, MUI Kota Batu turut menyerahkan dana hibah kepada jajaran pengurus MUI kecamatan guna mendukung pelaksanaan program organisasi di tingkat wilayah.


Melalui kerja sama ini, MUI Kota Batu berharap pemanfaatan teknologi dapat semakin optimal dalam mendukung kegiatan dakwah, pendidikan keagamaan, dan penyampaian informasi yang terpercaya.


Sinergi dengan kalangan akademisi juga diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat, sehingga umat tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga lebih bijak dalam menyaring dan menyebarkannya.


Dengan demikian, dakwah Islam di Kota Batu diharapkan semakin berkembang, tidak terbatas pada ruang pertemuan dan mimbar keagamaan, tetapi juga hadir secara aktif di dunia digital sebagai sarana membangun masyarakat yang cerdas, religius, dan terbebas dari pengaruh informasi menyesatkan.