Infokotabatu.com, Kota Batu ; Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mempertahankan tradisi leluhur menjadi pesan utama dalam kegiatan Jagong Gayeng rangkaian Selamatan Warga Kelurahan Sisir ke-192. Wali Kota Batu, Nurochman, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga sumber mata air dan keberadaan pepohonan sebagai penopang kehidupan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Wangsa, Kelurahan Sisir, Kota Batu, Kamis (29/10/2026) malam tersebut mengusung tema “Nyawiji Angreksa Budaya, Anggayuh Raharjo”. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog untuk memperkuat kerukunan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
Dalam sambutannya, Wali Kota Batu yang akrab disapa Cak Nur tersebut menegaskan bahwa perkembangan Kota Batu sebagai kawasan perkotaan harus tetap diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan. Menurutnya, sumber mata air dan pepohonan merupakan kekayaan alam yang keberadaannya harus dipertahankan demi kepentingan generasi mendatang.
Cak Nur juga mengapresiasi masyarakat Kelurahan Sisir yang masih konsisten menjaga tradisi selamatan sebagai warisan leluhur. Tradisi tersebut dinilai memiliki nilai penting dalam mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa kebersamaan, serta menjaga budaya gotong royong.
“Walaupun sudah tumbuh berkembang menjadi sebuah kota, tetapi guyubnya warga ini masih terasa sangat kuat,” ujar Cak Nur.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, turut mengingatkan pentingnya menjaga pepohonan, khususnya di sekitar kawasan sumber mata air. Keberadaan vegetasi memiliki peran penting dalam membantu penyerapan air hujan dan menjaga cadangan air di dalam tanah.
Menurutnya, kelestarian sumber mata air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan air bersih masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian, terutama untuk memenuhi kebutuhan irigasi.
Heli juga menyoroti potensi sumber mata air yang berada di wilayah Kelurahan Sisir. Salah satunya adalah Mata Air Torong Park di Jalan Dorowati Gang 1 yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan pelestarian sumber mata air.
Senada dengan hal tersebut, Lurah Sisir, Budi Meryanto Handarto, S.P., menjelaskan bahwa kegiatan Jagong Gayeng merupakan salah satu rangkaian peringatan Selamatan Warga Kelurahan Sisir ke-192 yang bertujuan melestarikan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa air merupakan sumber kehidupan yang keberadaannya harus dijaga bersama. Kondisi sumber air saat ini dinilai mengalami perubahan dibandingkan masa lalu, salah satunya akibat berkurangnya pepohonan dan semakin luasnya lahan yang beralih fungsi menjadi kawasan permukiman.
“Yaitu kita melestarikan budaya untuk kesejahteraan, salah satunya air yang merupakan sumber kehidupan. Ketika tidak ada air maka kita semua tidak akan hidup.
Saat ini, keberadaan air tidak seperti dulu karena berkurangnya pohon dan lahan-lahan yang sudah menjadi hunian. Maka dari itu kita harus menjaga lingkungan alam dengan melestarikan alam,” jelas Budi.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, turut diberikan cendera mata berupa lukisan kepada sejumlah pejabat dan tokoh daerah. Lukisan tersebut merupakan hasil karya Ketua Karang Taruna Kelurahan Sisir yang diserahkan kepada Wali Kota Batu, Wakil Wali Kota Batu, Camat Batu, Ketua DPRD Kota Batu, serta Direktur Utama Perumdam Among Tirto.
Pemberian lukisan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus penghargaan atas perhatian dan dukungan terhadap pelestarian budaya serta pembangunan di Kota Batu.
Melalui kegiatan Jagong Gayeng Sisir Nyawiji, masyarakat diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, menjaga tradisi leluhur, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat satu rasa, satu kata diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga pepohonan, melindungi sumber mata air, dan merawat kelestarian alam demi masa depan Kota Batu yang lebih baik.











