Infokotabatu.com, Kota Batu ; Kepedulian terhadap kelestarian lingkungan terus diwujudkan melalui langkah nyata. Salah satunya dilakukan Ir. H. Punjul Santoso, SH., MM., Wakil Ketua I DPRD Kota Batu dari DPC PDI Perjuangan Kota Batu, dengan membuat Tempat Pengolahan Sampah Organik (TEBA) Modern di lingkungan RT 6 RW 1, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Senin (2/11/2026) pagi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Merawat Pertiwi yang dicanangkan PDI Perjuangan sejak 2021. Gerakan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, mengurangi persoalan sampah, serta membangun budaya pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Pembuatan TEBA Modern tersebut juga menjadi tindak lanjut instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan kepada seluruh Tiga Pilar Partai agar berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara terpadu, partisipatif, dan berkesinambungan, khususnya sampah organik yang berasal dari rumah tangga.
TEBA Modern merupakan sarana pengolahan sampah organik dengan ukuran standar 1 x 1 x 1 meter kubik. Pembangunannya dapat memanfaatkan berbagai material yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti buis beton, bambu, gedek, maupun drum, dengan menyesuaikan kondisi wilayah dan kearifan lokal.
Dalam penerapannya, sampah organik yang telah dipilah dimasukkan ke dalam TEBA, kemudian disemprot menggunakan biodekomposer untuk mempercepat proses penguraian. Hasil pengolahan tersebut nantinya dapat menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah dan tanaman.
Melalui metode tersebut, volume sampah yang selama ini dibuang ke tempat pembuangan akhir diharapkan dapat ditekan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh manfaat langsung dari hasil pengolahan sampah organik yang dapat dimanfaatkan kembali.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Pekan Peduli Sampah Nasional (PPSN) yang dijadwalkan berlangsung pada 9–14 November 2026.
Sebagai puncak kegiatan, pada Sabtu (14/11/2026), seluruh jajaran PDI Perjuangan direncanakan menggelar kerja bakti massal, pemilahan sampah, serta edukasi pengolahan sampah organik secara serentak.
Rangkaian kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemecahan tiga Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), yakni pembuatan TEBA Modern, kerja bakti massal kader PDI Perjuangan, serta aksi pemilahan sampah secara serentak lintas wilayah.
Ir. H. Punjul Santoso, SH., MM. menyampaikan bahwa keberhasilan Gerakan Merawat Pertiwi tidak hanya diukur dari pembangunan fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, TEBA yang telah dibuat harus terus dirawat, dipantau, dan dikelola hingga menghasilkan kompos yang bisa dimanfaatkan. Dengan demikian, gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat.
Ia berharap, keberadaan TEBA Modern di RT 6 RW 1 Kelurahan Sisir dapat mendorong kesadaran kolektif warga untuk mulai memilah sampah sejak dari rumah, mengolah sampah organik secara mandiri, serta memperkuat semangat gotong royong.
“Dengan adanya pembuatan TEBA Modern di lingkungan RT 6 RW 1 Kelurahan Sisir, diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk memilah sampah sejak dari rumah, mengolah sampah organik secara mandiri, serta membangun budaya gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Gerakan Merawat Pertiwi merupakan bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana di sekitar tempat tinggal.
“Harapannya, gerakan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi salah satu upaya mewujudkan Kota Batu yang bersih, sehat, serta berkelanjutan,” pungkasnya.




