IKLAN

banner 728x90
,

Ijab Kabul Jadi Puncak Selamatan Kelurahan Sisir ke-192, Kirab 26 Tumpeng Perkuat Tradisi dan Kebersamaan Warga

2 Nov 2026, 17:53 WIB Last Updated 2026-11-02T10:53:30Z


Infokotabatu.com, Kota Batu ; Rangkaian Selamatan Warga Kelurahan Sisir ke-192 Tahun 2026 mencapai puncaknya melalui prosesi adat Ijab Kabul yang digelar di Gedung Graha Wangsa, Kantor Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Senin Pon (2/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Kelurahan Sisir untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus melestarikan tradisi dan budaya warisan leluhur yang telah dijaga secara turun-temurun.


Puncak selamatan kali ini semakin semarak dengan pelaksanaan kirab tumpeng yang melibatkan 13 Rukun Warga (RW) se-Kelurahan Sisir. Setiap RW membawa dua tumpeng sehingga jumlah keseluruhan mencapai 26 tumpeng. Kirab tersebut juga diikuti seluruh ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah Kelurahan Sisir.


Setelah prosesi berlangsung, tumpeng kemudian dipurak atau dibagikan kepada masyarakat. Sebagian lainnya disalurkan ke sejumlah punden sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah berjasa dalam sejarah dan perjalanan kehidupan masyarakat Sisir.


Selain itu, rangkaian kegiatan juga mencakup pembagian tumpeng kepada sejumlah unsur pemerintahan dan instansi, di antaranya Pemerintah Kota Batu, Kecamatan Batu, Polsek, Koramil, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batu. Penyaluran kepada desa atau kelurahan lainnya juga dijadwalkan melalui rangkaian pembagian dalam dua tahap.


Sebelum mencapai puncak acara, rangkaian Selamatan Kelurahan Sisir ke-192 telah diawali dengan kegiatan Sesami Dungo, kemudian dilanjutkan napak tilas dengan mengunjungi sejumlah sumber mata air yang berada di wilayah Kelurahan Sisir.


Prosesi Ijab Kabul pada Senin Pon ini menjadi puncak rangkaian kegiatan adat yang sarat dengan nilai spiritual, sejarah, dan kebersamaan masyarakat.


Anton Witono, selaku Ketua RW sekaligus Ketua Pelaksana Selamatan Kelurahan Sisir ke-192, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda perayaan tahunan, tetapi juga merupakan upaya menjaga agar tradisi dan adat istiadat masyarakat Sisir tetap lestari.


Menurutnya, kepanitiaan tahun ini melibatkan generasi muda. Hal tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk mengenal sekaligus memahami secara langsung tahapan dan tata cara pelaksanaan selamatan desa yang diwariskan oleh para pendahulu.


“Harapan kami, sebagai generasi muda jangan sampai melupakan adat istiadat dan budaya yang ada di Kelurahan Sisir. Tradisi ini harus terus kita lestarikan. Apalagi kepanitiaan Selamatan ke-192 ini melibatkan generasi muda semua,” ungkap Anton.


Ia menambahkan, melalui keterlibatan langsung sebagai panitia, generasi muda yang sebelumnya belum memahami secara menyeluruh prosesi selamatan desa akhirnya dapat mengetahui urutan kegiatan, mulai dari persiapan hingga puncak pelaksanaan.


“Dengan ditunjuk sebagai panitia, kami akhirnya mengetahui bagaimana urutan dan proses Selamatan Desa Sisir. Yang sebelumnya tidak mengerti sama sekali, sekarang menjadi tahu. Alhamdulillah, kami bisa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga puncaknya hari ini,” jelasnya.


Kegiatan puncak tersebut turut dihadiri unsur Kecamatan Batu, tokoh masyarakat dan para sesepuh Kelurahan Sisir, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta berbagai elemen masyarakat.


Melalui peringatan Selamatan Kelurahan Sisir ke-192 ini, diharapkan nilai-nilai budaya, semangat gotong royong, penghormatan kepada leluhur, serta kebersamaan antarwarga dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.



Selamatan bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan bagian dari identitas masyarakat Sisir yang menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah untuk masa depan.