Infokotabatu.com Kota Batu ; Sunarto kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kota Batu (DKKB) periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) III yang digelar di Museum & Galeri Kota Batu, Minggu (25/10/2026).
Terpilihnya kembali Sunarto menjadi momentum bagi DKKB untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta mendorong pengembangan seni dan kebudayaan di Kota Batu. Musda III tersebut dihadiri tokoh adat, perwakilan berbagai komite seni, meliputi sastra, teater, seni rupa, musik, dan sinematografi, serta asosiasi lurah dan pimpinan sanggar se-Kota Batu.
Musda berlangsung melalui sidang pleno yang menghasilkan keputusan terkait kepemimpinan organisasi untuk lima tahun ke depan. Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa DKKB menjadi organisasi yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pemajuan kebudayaan lokal.
Usai ditetapkan sebagai ketua umum, Sunarto menyampaikan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 akan memprioritaskan penguatan regulasi daerah, percepatan program kerja berdasarkan peta jalan kebudayaan, serta perluasan jejaring kerja sama dengan berbagai sektor, termasuk kalangan akademisi.
Menurut Sunarto, penguatan regulasi dan dukungan fasilitas bagi para pelaku seni menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kebudayaan yang berkelanjutan. Upaya tersebut juga berkaitan dengan peran DKKB dalam mendorong transisi kelembagaan serta mengawal Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan.
“Mandat ini adalah amanah bersama untuk terus merawat api tradisi dan memperkuat ekosistem kebudayaan Kota Batu sebagai pilar utama pariwisata daerah. Ke depan, kita tidak hanya berfokus pada pementasan berkala, tetapi juga penguatan kapasitas SDM seniman, digitalisasi data seni, serta optimalisasi kemandirian organisasi,” ujar Sunarto.
Ia menambahkan, pengembangan kesenian tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan pertunjukan. Diperlukan pula peningkatan kualitas sumber daya manusia seniman, pendataan seni berbasis digital, serta penguatan tata kelola organisasi agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui Musda III ini, DKKB diharapkan dapat mempererat sinergi antara seniman, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus membuka ruang bagi inovasi seni dan budaya di Kota Batu.
Dengan kepemimpinan Sunarto untuk periode 2026–2031, DKKB diharapkan terus berkontribusi dalam menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas daerah, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Kota Batu di tingkat nasional maupun internasional.

