Infokotabatu.com Kota Batu ; Non Government Organization ( NGO ) Yayasan Ujung Aspal ( YUA ) Jawa Timur bersama Ladon Entertainment gelar Dialog interaktif di Durian Fantasi (Dufan) jalan Abdul Gani Atas no 1 Ngaglik Kecamatan Batu Kota Batu pada Kamis (8/1/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Pada dialog interaktif ini dihadiri langsung oleh ketua NGO YUA Jatim Alex Yudawan, CEO dan Founder Ladon Entertainment Alexander Hendy, Anggota DPRD Kota Batu atau Ketua Pansus Perda Desa Wisata Kota Batu Soedjono Djoned, kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Ony Ardianto, Pokja Peningkatan Status Kota Batu Andrek Prana, Ketua Asosiasi Petinggi dan Lurah ( APEL ) Kota Batu Wiweko, Ketua Forum Desa Wisata Kota Batu atau Ketua Bumdes Desa Tulungrejo M. Dadik dan Pengamat Desa Wisata Soehardono Frans.
Ketua Non Government Organization ( NGO ) Yayasan Ujung Aspal ( YUA ) Jawa Timur menyampaikan bahwa pada hari ini NGO YUA Jatim bersinergi dengan Ladon Entertainment gelar dialog interaktif dengan tema " Tantangan dan Peluang Membangun Kota Batu dari Desa Wisata Berbasis Potensi Alam dan Kearifan Lokal",
" Tujuan kegiatan ini guna meningkatkan taraf Kota Batu agar menjadi kota yang lebih maju dan berkelas ", jelasnya.
Anggota DPRD Kota Batu atau Ketua Pansus Perda Desa Wisata Kota Batu Soedjono Djoned menjelaskan bahwa pada hari ini NGO YUA Jatim bersama Ladon Entertainment melaksanakan dialog interaktif di Durian Fantasi ( Dufan ).
" Pada dialog ini membahas tantangan dan potensi pariwisata di kota Batu. Dan desa wisata tentunya menjadi pokok bahasannya, bagaimana potensi yang ada di kota Batu ini dengan kulturnya, panoramanya, pertaniannya, itu bisa di kelola lagi.
Pada dialog ini dihadiri oleh salah satu pendiri kota Batu yaitu bapak Andrek Prana, Paguyuban Desa Wisata yaitu Forum Desa Wisata ( Fordewi ), Paguyuban Pemerintah Desa Dan Lurah ( Apel ) kota Batu bapak Wiweko, kepala Dinas Pariwisata Kota Batu bapak Onny Ardianto.
Kegiatan seperti ini penting untuk dilakukan guna menyamakan persepsi, bagaimana arah kebijakan pemerintah kota Batu dan semua elemen bergerak untuk satu tujuan yaitu dimana pariwisata di kota Batu harus tetap menjadi pilihan berwisata bagi wisatawan, itu harapan dari kita semua ", jelasnya.
Soedjono Djonet menambhakan dirinya mewakili management Durian Fantasi ( Dufan ) mengucapkan terimakasih karena Dufan dipilih untuk pelaksana kegiatan dialog interaktif ini.
" Dufan ini dipilih karena dianggap memiliki konsep merupakan tempat pariwisata berimbang antara potensi yang dikelola yaitu pohon alpukat dan pohon durian juga ada edukasinya sehingga bagi para wisatawan yang datang bersama keluarga bisa masuk. Inilah yang menjadi pertimbangan temen - temen dari NGO YUA Jatim dan Ladon Entertainment untuk menyelenggarakan kegiatan ini di sini.
Masih kata, Soedjono Djonet, selaku anggota DPRD kota Batu sangat mengapresiasi dialog interaktif ini.
" Saya berharap semua fihak akan selalu peduli dan bergerak untuk kemajuan pariwisata di kota Batu.
Saya juga berharap dialog interaktif ini bisa dilaksanakan secara continue, karena tidak bisa berhenti disini karena persoalan selalu hadir ditengah perjalanan, dimana saat kita membangun kota Batu.
Saya juga berharap semua fihak harus melihat bahwa diskusi, tukar pikiran, dan bagaimana saling gotong royong itu sangat penting. Karena kita tidak bisa sendiri didalam melakukan pembangunan suatu daerah apalagi sangat komplek untuk menuju Batu sebagai kota wisata yang berstandar internasional, maka semua pihak harus masuk di dalam ruang pembahasan - pembahasan seperti ini " , harapannya.
Disampaikan pula oleh Andrek Prana dari Pokja Peningkatan Status Kota Batu menyampaikan bahwa peluang untuk membangun kota Batu melalui desa wisata berbasis potensi lokal sangat besar, asalkan semua pihak dapat bersinergi.
" Kalau ingin kota Batu itu naik kelas, berkelas, ekonominya tinggi, harus ada sinergi pelaku usaha, masyarakat dan pemerintah merumuskan kota Batu menjadi pariwisatanya maju.
Selama ini belum ada wadah pariwisata yang dapat mengakomodasi berbagai pihak terkait secara optimal. Untuk itu perlu adanya badan pariwisata kota yang meliputi unsur pengusaha wisata, pemerintah, hingga wartawan.
Pengusaha diajak, tokoh-tokoh masyarakat diajak ngomong, sementara sampai sekarang belum ada yang ngomong, paket seperti ini juga tidak ada," jelasnya.
Andrek Prana menambahkan bahwa pengembangan pariwisata saat ini terkesan berjalan sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik.
" Dialog ini juga mendapatkan respon positif dari anggota DPRD Kota Batu, dengan kewenangan terkait berada di bawah dinas Pariwisata Kota Batu dan Walikota Batu Nurochman ", imbuhnya.



