IKLAN

banner 728x90
,

HAUL GUS DUR ke- 16 " Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat " Di Nala Eco Point

3 Jan 2026, 19:07 WIB Last Updated 2026-01-03T12:50:11Z


Infokotabatu.com Kota Batu ; Haul Gus Dur " Abdurrahman Wahid " ke - 16 dengan tema " Dari Rakyat Oleh Rakyat Untuk Rakyat " di Nala Eco Point jalan Dewi Sartika Kecamatan Batu Kota Batu ,pada Jum at ( 2/1/2026 ) mulai 13.00 WIB hingga selesai.



Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari Tahlil, Istighotsah, Tasyakuran, Doa Lintas Agama, Doa Untuk Tahun Baru, Ceramah Kebangsaan, dan Refleksi pemikiran Gus Dur " Abdurrahman Wahid ".



Pada kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., dan Danlanal Malang, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, SE., M.Tr. Hanla., MM., CTMP.



Turut hadir  Ketua PERWOSI Kota Batu, Rida Heli Suyanto, Kepala Diskumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, Camat Batu, Sasongko Fitra Adhitama S.IP., M.H., Camat Bumiaji, Thomas Maydo S. Sos., serta Dandim 0818 Malang yang diwakili oleh Danramil 0818/2 Batu Kapten Inf Jumawi, Anggota DPRD Kota Batu, M. Hasan Abdillah, Ketua Yayasan Alamku Hijau, Fitri Harianto (Cak Ndan), ketua Organisasi, Tokoh Agama dan ratusan jamaah.



Ketua Panitia Haul Gus Dur ke - 16 Yuli Effendi Masud menyampaikan bahwa acara Haul Gus Dur ini dimaksudkan sebagai ruang bagi semua kalangan untuk berkumpul.



“Gus Dur mengajarkan kita untuk memanusiakan manusia. Oleh karena itu, kami merancang acara ini untuk bersifat inklusif dan menyatukan semua orang,” jelasnya.



Ketua DPC Sarbumusi NU Kota Batu, Rudianto menggarisbawahi bahwa sosok Gus Dur tidak hanya layak dikenang, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.


“Gus Dur adalah pahlawan nasional, pendiri Kota Batu, ketua umum PBNU yang memiliki visi, presiden yang humanis, serta pejuang untuk buruh dan orang-orang marginal.



Peringatan ini lebih dari sebuah acara formal, kegiatan ini sebagai momen untuk menjaga memori bersama dan meneruskan nilai-nilai Gus Dur yang mencakup keragaman, keadilan, dan kasih sayang.


Dalam pandangan Gus Dur, tidak ada kelompok mayoritas atau minoritas. Semua adalah bagian dari bangsa Indonesia,” urainya.



Dalam sambutannya Wali Kota Batu, Nurochman, SH.,MH juga menyampaikan dirinya sangat mengagumi pemikiran Gus Dur dan bagaimana beliau telah menjadi sosok yang dapat melindungi semua elemen masyarakat.


“Saya mencintai Gus Dur, sejak beliau meninggal, setiap hari saya mengirimkan surat Al-Fatihah kepada beliau, Insyaallah itu akan terus saya lakukan walaupun hanya sekali dalam sehari.



Biasanya saya membacanya setelah salat Maghrib, tetapi hari ini belum saya lakukan karena akan saya bacakan malam ini. Ini adalah bentuk cinta saya kepada KH Abdurrahman Wahid,” jelasnya.


Nurochman juga mengingat kembali jasa besar Gus Dur dalam proses pembentukan Kota Batu sebagai daerah otonom. 



"' Sebelum diakui sebagai kota, Batu hanyalah sebuah kota administratif dalam masa transisi setelah sebelumnya menjadi kecamatan Batu.


Pada 21 Juni 2001 yang lalu, Presiden KH Abdurrahman Wahid menandatangani keputusan yang menetapkan Kota Batu sebagai sebuah pemerintahan yang mampu mengatur diri sendiri. Keputusan tersebut adalah reaksi terhadap usaha panjang masyarakat serta Pokja untuk meningkatkan status Kota Batu ", urainya.



Nurochman juga menyampaikan meskipun perayaan hari jadi Kota Batu dilaksanakan setiap tanggal  17 Oktober, namun  21 Juni 2001 adalah momen penting bagi berdirinya pemerintah Kota Batu secara mandiri.


" Usaha masyarakat Kota Batu mendapatkan perhatian langsung dari Gus Dur " Abdurrahman Wahid " Presiden Republik Indonesia ke - 4, ini adalah kontribusi besar yang harus selalu kita ingat ", tegasnya.



Nurochman juga berharap dengan memperingati Haul ke-16 ini bisa menjadi wujud cinta terhadap kepemimpinan dan jasa-jasa beliau untuk Indonesia.


" Kami berharap dapat meneladani pemikiran yang tidak membedakan, di mana tidak ada istilah minoritas atau mayoritas dalam pemikiran Gus Dur; semua adalah anak bangsa Indonesia,” imbuhnya.