IKLAN

banner 728x90
,

Korbid Teknologi dan Ekraf SMSI Malang Raya Bagikan Formula Konten Kreatif Untuk Siswa SMK Sunan Kalijogo Jabung

3 Jun 2026, 21:56 WIB Last Updated 2026-06-03T14:56:53Z

Malang ; Di era digital saat ini, kemampuan membuat konten (content creation) bukan lagi sekadar hobi, melainkan kompetensi penting yang mulai masuk ke lingkungan sekolah. Menyadari kebutuhan tersebut, East Java Super Corridors (EJSC) Bakorwil Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar program "EJSC Malang Goes to School" di SMK Sunan Kalijogo Jabung, Kabupaten Malang, pada Rabu (3/6/2026).


Bertempat di Aula SMP Sunan Kalijogo 3, kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta. Mereka merupakan gabungan siswa dari satu yayasan, yakni pengelola media sekolah serta sebagian siswa SMK yang dipersiapkan untuk menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) pada semester depan. Kegiatan kolaboratif ini menghadirkan narasumber utama Koordinator Bidang Teknologi dan Ekonomi Kreatif Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Malang Raya, Arvendo Mahardika, S.Pd., M.M..


Kepala SMK Sunan Kalijogo Jabung, Muhammad Sahli, S.Kom., M.M., menyambut hangat kehadiran Arvendo dan tim EJSC Malang. Dalam sambutannya, ia menceritakan perjalanan sekolah yang berlokasi di Desa Sukolilo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang tersebut. Sejak berdiri pada tahun 2013, sekolah ini terus beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk penyesuaian nama-nama konsentrasi keahlian dari Teknik Sepeda Motor (TSM), Farmasi, Bisnis Digital, hingga Desain Komunikasi Visual (DKV).


"Perubahan-perubahan itu mau tidak mau harus kita ikuti. Adaptasi. Termasuk hari ini, dalam rangka kita menyiapkan diri dan membekali diri berkaitan dengan banyak hal. Apa sih yang hari ini lagi tren? Apa sih yang hari ini kalian butuhkan? Ini tepat sekali dari tim EJSC yang berkenan hadir ke sini untuk meresamai kita semua," ujar Sahli.


Sahli menambahkan, materi yang dibawa sangat klop dengan kebutuhan para siswa, baik untuk tim media sekolah maupun bekal persiapan PKL. Ia berharap pelatihan ini melahirkan dampak konkret jangka panjang. "Bagaimana caranya, seperti apa caranya, nanti disimpan sebaik mungkin dengan serius. Harapannya berikutnya memberikan manfaat bagi semua," imbuhnya.


Ubah Pola Pikir dan Investasi Talenta Lokal


Niat baik sekolah direspons positif oleh pihak EJSC Bakorwil Malang. Advisor EJSC Malang, Andhi Prasetyo, menjelaskan bahwa program goes to school ini memang dirancang untuk memberikan suplemen pengetahuan praktis industri yang belum disediakan secara optimal di kelas reguler.


"Di sekolah sudah ada materinya, nanti kita berikan materi yang mungkin teman-teman gak siapkan di sekolah. Nah, ini membuat apa? Membuat perubahan pikiran. Jadi nanti, saya berharap ada yang aktif ya. Kita sharing, kita diskusi," kata Andhi.


Lebih lanjut, Andhi mengungkapkan bahwa EJSC Malang juga sedang berburu talenta lokal terampil dari wilayah Jabung untuk dilibatkan dalam proyek pemberdayaan UMKM lokal melalui pembuatan marketing tools, seperti desain kemasan hingga video profil. "Ini biasanya kami butuh talenta. Nah, di sini saya juga mungkin investasi talenta. Siapa tahu ada di sini, dapat honor dari pemerintah dulu. Lumayan kan buat freelance," tuturnya memotivasi para peserta.


Belajar 'Soft Selling' Penerimaan Murid Baru


Masuk pada sesi inti, para siswa langsung diajak menyelami materi bertajuk "Belajar Ngonten dengan Teknik Storytelling: Ketika Bercerita Bisa Jadi Karya". Dalam pemaparannya, Arvendo Mahardika memberikan penekanan khusus pada kekuatan sebuah narasi visual.


"Konten yang menarik itu adalah cerita yang kuat. Gambar hasil panen atau produk jadi saja tidak cukup. Tambahkan proses, wajah, dan cerita di baliknya. Orang lebih ingat cerita daripada data," jelas Arvendo saat memaparkan materi utama.


Oleh sosok yang juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi AboutMalang.com ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai struktur cerita mikro-sinematik berdurasi 30-60 detik yang efektif, yang terdiri dari tiga bagian penting, antara lain hook, body, dan call to action.


Tidak hanya menerima teori, sebanyak 35 peserta langsung ditantang melakukan praktik langsung di tempat oleh dosen bisnis digital Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri (ITICM) Sidoarjo ini. Secara berkelompok, para siswa SMP dan SMK bahu-membahu memproduksi video pendek bertema Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).


Uniknya, mereka wajib menerapkan teknik soft selling dengan pendekatan storytelling. Alih-alih mengajak secara kaku, anak-anak mengemas video dengan menonjolkan keunggulan fasilitas, kenyamanan lingkungan belajar, hingga kehangatan ekosistem pendidikan yang ada di sekolah Sunan Kalijogo. Hasil karya orisinal para siswa ini juga dikurasi untuk mendapatkan apresiasi khusus dari pihak penyelenggara.