IKLAN

banner 728x90
,

Dadik Wahyu Chang Koordinator Malang Creative Fusion (MCF)

4 Apr 2026, 03:54 WIB Last Updated 2026-04-03T20:54:59Z


Kota Malang ; Koordinator Malang Creative Fusion (MCF), Dadik Wahyu Chang, menyampaikan bahwa penetapan Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang Media Arts oleh UNESCO merupakan hasil dari perjalanan panjang ekosistem kreatif yang dibangun secara konsisten, kolaboratif, dan berbasis gerakan.


“Penetapan ini bukan hadiah, tetapi buah dari kerja kolektif yang panjang. Ini adalah validasi dunia bahwa apa yang dibangun oleh komunitas, anak muda, dan seluruh ekosistem kreatif di Malang telah berada pada standar global,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Kota Malang terletak pada jejaring kolaborasi yang terbuka dan inklusif, di mana setiap aktor—komunitas, pelaku industri, akademisi, maupun pemerintah—memiliki ruang untuk berkontribusi dan tumbuh bersama.


“Malang tidak dibangun oleh satu aktor. Malang dibangun oleh jejaring. Karena itu, status Kota Kreatif Dunia harus dijaga dengan kerja nyata, bukan sekadar seremoni,” tegasnya.


Menurutnya, fase setelah penetapan justru menjadi momentum paling krusial untuk memastikan bahwa ekonomi kreatif benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.


“Tantangan kita ke depan adalah memastikan Media Arts tidak hanya menjadi identitas, tetapi menjadi penggerak ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menciptakan masa depan baru bagi generasi muda. Di situlah nilai sesungguhnya dari kota kreatif.”


Di akhir pernyataannya, Dadik mengajak seluruh jejaring Malang Creative Fusion untuk memperkuat solidaritas dan bergerak bersama menjaga serta membangun Kota Malang.


“Ini saatnya kita rapatkan barisan. Kita jaga gerakan ini bersama. Kita rawat kota ini dengan karya, dengan kolaborasi, dan dengan tanggung jawab. Karena mencintai Malang bukan sekadar bangga, tetapi tentang berkontribusi dan memastikan kota ini tumbuh dengan baik untuk masa depan ", jelasnya.