IKLAN

banner 728x90
,

Penutupan ICCF 2025, Emil Dardak ; Tekankan Kreativitas Harus “Gayeng” dan Berjejaring

12 Nov 2025, 21:22 WIB Last Updated 2025-11-12T14:22:50Z

Penutupan ICCF 2025, Di Candi Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten


Infokotabatu.com Kabupaten Malang ; Rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 resmi berakhir dengan penutupan yang berlangsung khidmat namun meriah di Candi Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Minggu (9/11/2025). 


Agenda puncak ini dihadiri oleh 
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, bersama Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., serta ratusan delegasi kreatif dari berbagai kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.


Penutupan ICCF 2025 menjadi momen refleksi sekaligus perayaan atas semangat kolaborasi lintas daerah dalam membangun ekosistem kreatif nasional. Meski sempat diguyur hujan, suasana di kawasan Candi Kidal tetap berlangsung hangat dan penuh 
semangat. Uniknya, sebelum acara dimulai, para peserta yang berdatangan turut menyalakan dan memasangkan dupa pada tongkat-tongkat bambu di sepanjang 
pintu masuk sebagai simbol penyatuan rasa dan penghormatan terhadap leluhur.


Sebelum menuju Candi Kidal, para delegasi menghabiskan hari terakhir perjalanan kreatif di Kabupaten Malang dengan mengunjungi Wisata Boonpring Turen. Di lokasi ini, mereka menikmati ragam kuliner khas, karya kriya, kain bermotif lokal, 
hingga patung hasil tangan kreatif warga. Para peserta juga dipandu berkeliling menuju Air Mancur Sanankerto, yang diyakini masyarakat setempat memiliki mitos membawa awet muda dan kemudahan jodoh. Konon, air ini dahulu digunakan Mpu Gandring untuk berwudhu, sehingga dipercaya memiliki nilai spiritual tinggi.


Suasana semakin semarak saat Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, ikut menghibur para delegasi dengan membawakan lagu “Laskar Pelangi”. 


Momen ini menjadi simbol harmoni antara budaya, seni, dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas Malang Raya sebagai tuan rumah ICCF 2025 bertema “Senyawa Nusantara.”


Setelah dari Boonpring, rombongan berlanjut ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, tempat digelarnya event “Escape Reloaded” di Museum Singhasari. Di sini, para peserta diajak menjelajahi empat zona pameran tematik — Revolusi Digital, Karya, Welcome to the Next Level, dan Bermain Secara Kreatif — yang menampilkan visualisasi kehidupan manusia di masa depan melalui teknologi dan seni interaktif.


Delegasi juga menikmati replika mini kisah legendaris Ken Arok di Museum Prancis yang menjadi bagian dari kompleks museum tersebut.


Puncak acara berlangsung di Candi Kidal, tempat sakral peninggalan sejarah Singhasari, yang dipilih sebagai simbol pertemuan antara tradisi dan inovasi.


Dalam sambutannya, Wagub Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan bahwa kunci dari kreativitas sejati adalah kemampuan untuk berjejaring dan menjaga rasa 
kebersamaan. “Ciri-ciri anak kreatif itu berjejaring. Kreatif adalah soal rasa. Jadi ini bukan organisasi yang dikelola dengan kaku, tapi harus betul-betul gayeng, agar tercipta suasana yang enak dan ide bisa muncul tanpa batas,” ujarnya 
disambut tepuk tangan para peserta.


Emil juga menyoroti dinamika menjadi pelaku ekonomi kreatif yang penuh tantangan. 


Menurutnya, “Menjadi pegiat kreatif itu pasti ada kembang kempisnya. Tapi pemerintah hadir untuk menjawab kebutuhan seluruh pelaku ekonomi, terutama 
UMKM, agar terus bertahan dan tumbuh,” tegasnya. 


Ia menambahkan, pemerintah 
siap memberikan dukungan penuh, termasuk dalam hal royalti dan hak cipta. 


“Jangan takut dengan royalti, kami siap men-support semuanya,” tambah Emil dengan optimis.
Sementara itu, Bupati Malang Sanusi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan berkolaborasi menyukseskan ICCF 2025 di Malang Raya. 


Ia menegaskan bahwa ajang ini menjadi tonggak penting dalam 
memperkuat posisi Malang sebagai rumah bagi ekonomi kreatif dan budaya Jawa Timur. Dengan penutupan di Candi Kidal yang sarat makna historis, ICCF 2025 tidak 
hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta, tetapi juga membuka babak baru bagi gerakan kreatif nasional yang terus tumbuh dari akar lokal.


Penyelenggaraan Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 di Malang Raya mendapat dukungan penuh dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jawa Timur. Keterlibatan Disbudpar Jatim tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga strategis dalam memastikan kolaborasi antardaerah berjalan efektif dan berkelanjutan. Melalui dukungan ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat peran ekonomi kreatif sebagai pilar utama pembangunan daerah berbasis budaya dan pariwisata.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Timur,  
Kadisparbud Jatim menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan ICCF 2025 di Malang Raya:


“Kami melihat ICCF bukan hanya festival kreatif tahunan, tapi juga jembatan kolaborasi nyata antar kota di Indonesia. Tahun ini luar biasa karena ada Creative City Awards yang menjadi bentuk penghargaan bagi jejaring dan daerah yang konsisten mengembangkan ekosistem kreatif. Kami dari Disparbud Jatim tentu sangat mengapresiasi ICCN atas inisiatif ini dan berharap kerja sama strategis ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.


Disbudpar Jatim memandang ICCF 2025 sebagai momentum penting untuk memperluas jejaring kreatif dan mengangkat potensi lokal dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk Malang Raya yang dikenal kaya akan warisan budaya serta komunitas kreatif yang dinamis. Kegiatan ini menjadi ajang bagi pelaku seni, UMKM, dan komunitas kreatif untuk saling bertukar gagasan, memperkenalkan produk unggulan, serta membangun kerja sama lintas sektor. 


Dukungan pemerintah provinsi juga diwujudkan dalam fasilitasi ruang pamer, promosi destinasi wisata budaya, hingga pendampingan bagi para pelaku ekonomi kreatif agar 
mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.


Kepala Disbudpar Jatim menegaskan bahwa festival seperti ICCF bukan hanya perayaan kreativitas, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi bagi masa depan Jawa Timur. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir ekosistem kreatif yang kokoh, di mana budaya, pariwisata, dan teknologi dapat berjalan beriringan. 


Dengan semangat kolaborasi “Senyawa Nusantara,” dukungan Disbudpar Jatim menjadi energi pendorong agar gerakan kreatif di Jawa Timur terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.