IKLAN

banner 728x90
,

Festival Mbois 10 (FMX) 2025 Resmi Dibuka, Rayakan Kolaborasi Kreatif dan Pencapaian Malang sebagai City of Media Arts UNESCO

7 Nov 2025, 19:03 WIB Last Updated 2025-11-07T12:03:17Z


Infokotabatu.com Kota Malang ; Festival Mbois 10 (FMX) 2025 resmi dibuka hari ini di Malang Creative Center (MCC), menandai dimulainya salah satu agenda utama dalam rangkaian Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025 - Nusantaraya. ( 6 November 2025 ).

Berlangsung hingga 9 November 2025, festival ini menjadi ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan pelaku ekonomi kreatif, komunitas, pemerintah daerah, dunia usaha, serta 
jejaring kota kreatif Indonesia (ICCN) dari seluruh penjuru Nusantara.


Tahun ini, pembukaan FMX terasa semakin istimewa seiring dengan kabar bahagia bahwa Kota Malang resmi lolos sebagai anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2025 di bidang Media Arts.

Pencapaian ini menegaskan posisi Malang di panggung global sebagai kota kreatif dunia, sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas lokal melalui inovasi, seni, dan kolaborasi digital.

Dalam sambutannya, Ketua Festival Mbois 10, Gedeon Soerja, menyampaikan rasa bangga 
atas pencapaian tersebut dan mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam ekosistem kreatif Malang Raya.

“Tahun ke-10 Festival Mbois menjadi sangat bersejarah. Kita tidak hanya merayakan satu dekade gerakan kreatif Malang, tapi juga tonggak baru sebagai City of Media Arts UNESCO. Inilah bukti bahwa kolaborasi lintas sektor dapat membawa kota ini menuju pengakuan dunia,” ujar Gedeon.


Dari jajaran nasional, perwakilan Exco ICCN, Vicky Arief H., menegaskan bahwa FMX merupakan bagian penting dari ICCF 2025, yang tahun ini dihelat di Malang Raya dengan tema besar “Nusantaraya – Senyawa Malang Raya.”

“Kehadiran FMX di dalam ICCF 2025 menunjukkan bagaimana festival lokal bisa naik kelas menjadi ruang inspirasi nasional. Dan capaian Malang sebagai City of Media Arts UNESCO  membuktikan bahwa kreativitas Indonesia diakui secara global,” ungkap Vicky.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, menekankan peran penting pelaku UMKM dan industri kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah.

“Festival Mbois selalu menjadi ruang aktualisasi bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM untuk naik kelas. Momentum Malang sebagai City of Media Arts UNESCO akan membuka peluang lebih luas untuk kolaborasi, inovasi, dan ekspor kreativitas lokal,” ujar Eko.

Dalam kesempatan yang sama, Soesetyo Priharjanto, Regional CEO BNI Kantor Wilayah 18, menyampaikan dukungan BNI terhadap penguatan ekosistem kreatif di Malang dan Indonesia 
secara umum.

“BNI berkomitmen menjadi mitra strategis bagi pelaku ekonomi kreatif. Kami percaya kreativitas adalah aset bangsa yang perlu difasilitasi melalui kolaborasi, literasi finansial, dan kemudahan akses permodalan. Melalui dukungan ini, BNI ingin tumbuh bersama pelaku kreatif yang terus berinovasi dan membawa nama Indonesia ke tingkat global,” ujar Soesetyo.


Rangkaian Acara Festival Mbois 10 (FMX) 2025 ;

6 hingga 9 November 2025 pukul 08.00–22.00 WIB di  Malang Creative Center (MCC) Festival Mbois 10 menghadirkan beragam kegiatan inspiratif yang mempertemukan pelaku industri kreatif dari berbagai sektor, di antaranya:

• Festival Barber
• Mbois Talk
• Mbois Noise Fest
• Festival Music
• Exhibition & Showcase Komunitas
• Gathering Komunitas Kreatif
• Bazzar Ekraf
• Workshop & Sharing Session
• Festival Keris
• Performance Art & Theater
• Projection Mapping Show
• International Conference (ICCF 2025)
• Dan banyak kegiatan menarik lainnya.

Sebagai bagian dari perayaan satu dekade, FMX 10 juga menghadirkan momen reflektif dan historis melalui launching buku “10 Tahun Perjalanan MCF: Mencintai Kota Malang”, karya Dadik Wahyu Chang, Vicky Arief H., Amar Alpabet, serta para pelaku ekonomi kreatif lainnya.

Buku ini merekam jejak perjalanan Malang Creative Fusion (MCF) selama sepuluh tahun dalam membangun gerakan kota kreatif, mulai dari inisiatif komunitas hingga pencapaian besar Malang sebagai City of Media Arts UNESCO.

Peluncuran buku ini menjadi simbol dedikasi dan cinta terhadap kota Malang yang terus berkembang melalui kreativitas, kolaborasi, dan semangat kebersamaan.

Sebagai bagian dari ICCF 2025 – Nusantaraya, Festival Mbois 10 (FMX) memperkuat posisi Malang Raya sebagai simpul penting dalam jejaring kota kreatif Indonesia.

Dengan mengusung semangat “Senyawa Malang Raya”, FMX 2025 diharapkan menjadi katalis bagi lahirnya inovasi baru, mempererat kolaborasi lintas wilayah, dan menegaskan bahwa kreativitas lokal mampu bersinar di tingkat global.